Tampilkan postingan dengan label SAP Askep Perawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAP Askep Perawat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011

Contoh KTI Tb Paru

Beikut adalah Contoh Karya tulis ilmiah Mengenai Tb paru Contoh KTI Paru di indonesia KTI Paru.

Saya akan menanmpilkan BABI saja Mengenai Latar belakang dalam contoh pembuatan KTI.
Berikut Contoh KTI TB Paru.
BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Dalam mewujudkan visi Indonesia sehat 2010 telah diterapkan misi pembangunan yaitu menggerakan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat. Seiring dengan cepatnya dalam perkembangan era globalisasi serta adanya transisi demografi dan epidemiologi penyakit akibat perilaku dan social budaya cendrung semakin kompleks, perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan merekayasa kependudukan yang selalu teoritis memiliki andil 30%-50% terhadap derajat kesehatan (Notoadmodjo,2007:99).
Micobacterium tuberculosis (TB) telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, menurut WHO sekitar 8 juta penduduk dunia diserang TB dengan kematian 3 juta orang per tahun (WHO, 1993). Di negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara-negara berkembang Dengan munculnya epidemi HIV/AIDS di dunia jumlah penderita TB akan meningkat. Kematian wanita karena TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan serta nifas (WHO). WHO mencanangkan keadaan darurat global untuk penyakit TB pada tahun 1993 karena diperkirakan sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB. (Dr.sulianti Suroso:2007)
Di Indonesia TB kembali muncul sebagai penyebab kematian utama setelah penyakit jantung dan saluran pernafasan. Penyakit TB paru, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan bahwa tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua golongan usia dan nomor I dari golongan infeksi. Antara tahun 1979 - 1982 telah dilakukan survey prevalensi di 15 propinsi dengan hasil 200-400 penderita tiap 100.000 penduduk.
Diperkirakan setiap tahun 450.000 kasus baru TB dimana sekitar 1/3 penderita terdapat disekitar puskesmas, 1/3 ditemukan di pelayanan rumah sakit/klinik pemerintahd an swasta, praktek swasta dan sisanya belum terjangku unit pelayanan kesehatan. Sedangkan kematian karena TB diperkirakan 175.000 per tahun.
Penyakit TB menyerang sebagian besar kelompok usia kerja produktif, penderita TB kebanyakan dari kelompok sosio ekonomi rendah. Dari 1995-1998, cakupan penderita TB Paru dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse Chemotherapy) -atau pengawasan langsung menelan obat jangka pendek/setiap hari- baru mencapai 36% dengan angka kesembuhan 87%. Sebelum strategi DOTS (1969-1994) cakupannya sebesar 56% dengan angka kesembuhan yang dapat dicapai hanya 40-60%. Karena pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak cukup dimasa lalu kemungkinan telah timbul kekebalan kuman TB terhadap OAT (obat anti tuberkulosis) secara meluas atau multi drug resistance (MDR).(Dr.sulianti Suroso:2007)


Di Indonesia setiap tahunnya terjadi 175.000 kematian akibat TB dan terdapat 450.000 kasus TB paru. Tiga per empat dari kasus TB ini terdiri dari usia produktif (15-49 tahun), separonya tidak terdiagnosis dan baru sebagian yang tercakup dalam program penanggulangan TB sesuai dengan rekomendasi WHO.(Dr.Sulanti Suroso:2007).

Rabu, 19 Oktober 2011

Personal Hygene


PERSONAL HYGIENE

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
  1. Mencuci Tangan
Mencuci tangan adalah tindakan yang sering kali kita anggap sepele, namun merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga higiene tangan.
Mencuci tangan dilakukan :
1 . Sebelum makan dan sesudah makan
2.  Sesudah buang air besar
3.  Sebelum menyiapkan makan

  1. Menyikat Gigi

1.letakkan posisi sikat 45 derajat terhadap gusi
2. Gerakan sikat dari arah gusi kebawah untuk gigi Rahang Atas (seperti mencungkil)
3. Gerakan sikat dari arah gusi ke atas untuk gigi rahang bawah
4. Sikat seluruh permukaan yang menghadap bibir dan pipi serta permukaan dalam dan luar gigi dengan cara tersebut.
5. Sikat permukaan kunyah gigi dari arah belakang ke depan.
6. Sikat gigi dilakukan setelah serapan pagi dan sebelum tidur

  1. Mandi
Mandi adalah mencuci tubuh dengan air dengan cara menyiramkan air ke badan atau merendam badan di dalam sungai, danau, telaga, laut, kolam, atau bak mandi.
Manusia perlu mandi untuk menghilangkan bau, debu, dan sel-sel kulit yang sudah mati. Mandi bermanfaat untuk memelihara kesehatan, menjaga kebersihan, serta mempertahankan penampilan agar tetap rapi. Setelah mandi, manusia biasanya merasa segar, bersih, dan santai.Mandi dilakukan satu hari dua kali.

Macam-macam Personal Hygiene Lainya
  1. Perawatan kulit kepala dan rambut
  2. Perawatan mata
  3. Perawatan hidung
  4. Perawatan telingga
  5. Perawatan kuku kaki dan tangan
  6. Perawatan genetalia
  7. Perawatan kulit seruruh tubuh
  8. Perawatan tubuh secara keseluruhan

Tujuan Personal Hygiene
  1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
  2. Memelihara kebersihan diri seseorang
  3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
  4. Mencagah penyakit
  5. Menciptakan keindahan
  6. Meningkatkan rasa percaya diri

Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene
  1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.
  1. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

SAP Diare


SATUAN MATERI PENYULUHAN DIARE


I.                   Dasar pelaksanaan :
II.                Jadwal pelaksanaan
              1. Hari/ tanggal   : Rabu 1 Juni 2011
              2. waktu              : 15.0015.30 wita
              3.Tempat            : IGD Bhayangkara di ruang Aryaguna
                                          
III.       Tujuan Pelaksanaan                   
      a) Tujuan jangka panjang   :
Setelah diberi penyuluhan, klien mampu memahamu tentang diare.
                 b) Setelah diberikan penyuluhan kesehatan sasaran dapat mengetahui
·         Pengertian Diare
·         Factor-faktor penyebab diare
·         Tanda dan gejala diare
·         Dampak dari diare
·         Cara pencegahan diare

    
      IV.       Metode
- Ceramah / PBC
- Tanya jawab
- Peragaan

V.                Media
-       Karton

VI.             Penatalaksanaan
      Waktu                        : 30 menit
     -Pembukaan                :   3 menit
     -Penyiapan materi       : 15 menit
     -Tanya jawab              : 10 menit
     -Penutup                     :    2 menit
                          
VII.          proses penyuluhan
No                        
Waktu
Kegiatan Mahasiswa
Kegiatan Peserta
1  





2









4                              
15.00-15.03





15.04-15-18



15.19-15.27






15.28-15.30
Pembukaan :
-        Sambutan pembimbing   praktik
-        Pembukaan penyuluhan
-        Perkenalan anggota penyuluhan


Penyampaian materi

    

Evaluasi
Memberikan pertanyaan seputar  perawatan diri




Penutup
Membacakan kesimpulan

Mendengarkan
Sambutan




Mendengarkan penyampaian materi

Memberikan jawaban dan atau pertanyaan kepada mahasiswa

Mendengarkan penutup




-          Sasaran
Adapun yang menjadi sasaran penyuluhan tentang perawatan diri adalah lansia di Wisma Nusa Indah.


IX.                         Materi
·         Pengertian Diare
·         Factor-faktor penyebab diare
·         Tanda dan gejala diare
·         Dampak dari diare
·         Cara pencegahan diare


X.                            Evaluasi
Evaluasi proses
Selama pelaksanaan penyuluhan setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik mulai dari pembukaan sampai dengan evaluasi dan dapat dijalankan dengan lancar.



Lampiran materi penyuluhan
A. PENGERTIAN DIARE
Diare adalah buang air besar encer dengan frekuaensi lebih dari 3 kali sehari dan juga sering disebut mencret
B. FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB DIARE
- Makan makanan yang belum masak, atau makanan yang sudah basi
- Minum air mentah
- Tidak tahan ternadap makana tertentu (alergi)
- Masuknya bibit penyakit kedalam perut, meliputi :
s Makan makanan yang teklah tercemar penyakit
s Tidak mencuci makanan sebelum makan
- Kekurangan gizi
- Daya tahan tubuh yang kurang
C. TANDA DAN GEJALA DIARE
·         BAB encer lebih dari 3 kali perhari
·         Badan lemas
- Nyeri perut
-
Perut kembung
-
Nafsu makan berkurang dan mual
D. DAMPAK DARI DIARE
- Penurunan berat badan
- Badan lemas dan mata cekung
- Menimbulkan kematian jika kehilangan cairan dan garam dibiarkan
E. PENCEGAHAN DIARE
- Gunakan selalu air bersih
- Buang air besar pada tempatnya
- Makanan bersih atau tidak tercemar
- Mencuci tangan sebelum makan
- Menggunakan alat makan yang bersih
- Mencuci bahan makanan dengan benar
F. PENANGANAN DIARE’
- Bawa ke petugas keseharan bila :
s BAB encer semakin sering dan dalam jumlah yang banyak
s Ada muntah berulang
s Demam yang tinggi
s Ada darah dalam tinja
s Tidak mau makan atau minum
- membuat larutan gula garam
s Alat : - gelas berukuran sedang
- alat pengaduk (sendok)
s Bahan : - alat pengaduk ( sendok )
- gula
- garam
s Cara :
larutkan satu sendok gula pasir dan ¼ sendok garam gelas berisi air matang (hangat atau dingin), kemudian aduk hingga merata dan diminum setiap kali setelah BAB/ mencret.

SAP Kesling (Kesehatan Lingkungan)


SATUAN ACARA PENYULUHAN

I.     DESKRIPSI
·        Menurut WHO (World Health Organisasi)
Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
·        Kesehatan lingkungan merupakan suatu ilmu dan keterampilan yang memusatkan perhatiannya pada usaha pengendlian semua faktor yang ada pada lingkungan fisik manusia yang diperkirakan menimbulkan hal-hal yang merugikan perkembangan fisiknya, kesehatanya atau keselamatan hidupnya (WHO dalam Effendi, dkk,1991)

II.  TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan dengan penyuluhan selama 30 menit tentang pembuangan sampah, masyarakat Desa Paku Alam mampu memahami dan mengerti tentang pembuangan sampah yng baik dan benar dalam kehidupan sehari hari.

III.    TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang Pembuangan Sampah, masyarakat Desa Malintang Baru dapat menyebutkan serta mengerti tentang :
1.      Pengelolaan Sampah
2.      Penyimpanan Sampah
3.      Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah
4.      Tahap pembuangan akhir
5.      Hubungan Sampah dan Kesling

IV.                     METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya Jawab

V.                        PELAKSANAAN
1.        Pra interaksi
2.        Fase orientasi                 : 5 menit
3.        Fase kerja                       : 32 menit
4.        Terminasi                       : 2 menit

VI.                     SASARAN
Masyarakat yang berada di Desa Malintang Baru

VII.                  MATERI
Materi penyuluhan mencakup cara-cara pengolahan sampah, pengumpulan dan pengangkutan sampah.



VIII.               KEGIATAN PENYULUHAN
No
Fase
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Peserta
Waktu
1.
Pra Interaksi
·      Menyiapkan satuan acara penyuluhan
·      Menyiapkan mental dan fisik mahasiswa penyuluh dan mahasiswa lainya
·      Menyiapkan masyarakat yang akan mengikuti penyuluhan


2.
Fase Orientasi
·      Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
·      Memperkenalkan diri dan perawat yang lainya
·      Menanyakan keadaan masyarakat
·      Menentukan kontrak waktu dan materi sebelum penyuluhan dilakukan selama kurang lebih 1 jam
·      Menjawab salam

·      Mendengarkan

·      Menjawab pertanyaan
·      Memperhatikan

1 menit

2 menit

1 menit

1 menit
3.
Fase kerja
·      Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
·      Menyebutkan materi yang akan disampaikan
·      Menggali pengetahuan masyarakat tentng pembuangan sampah
·      Menjelaskan tentang cara pembuangan sampah yang baik dan benar
·      Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan kemudian di jawab dan dijelaskan oleh perawat penyuluh.
·      Memperhatikan

·      Memperhatikan
·      Menjawab pertanyaan

·      Memperhatikan


·      Bertanya atau menjawab pertanyan
1 menit

1 menit
1 menit


10 menit

5 menit
4.
Fase Terminasi
·      Mengakhiri pertemuan dan mengucapkan akan ada pertemuan selanjutnya dengan institusi lain yang akan melaksanakan kegiatan yang sama
·      Mengucapkan salam penutup
·      Mendengarkan




·      Menjawab salam
1 menit

IX.              KRITERIA EVALUASI
1.      Evaluasi struktur
·        Kesiapan materi
·        Kesiapan SAP
·        Peserta hadir ditempat penyuluhan
·        Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di halaman kantor kepala desa Malintang Baru
·        Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan disusun sebelumnya
2.      Kriteria evaluasi proses
·        Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
·        Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
·        Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar dan dapat menjelaskan tentang tata cara pembuangan sampah
·        Suasana penyuluhan tertib
·        Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan

X.                PENGORGANISASIAN
Moderator                 : M. Ershad Abdullah
Penyaji                       : M. Ramadhan
Fasilitator                  : Aulia Syahrin


PEMBUANGAN SAMPAH

A.    Pengertian
Sampah adalah semua zat/benda yang tidak digunakan/ tak terpakai lagi
1.      Pengelolaan sampah
a.      Penyimpanan Sampah
Syarat tempat sampah :
1)     Kontruksi kuat dan tidak mudah bocor
2)     Mempunyai tutup, mudah dikosongkan dan dibersihkan
3)     Ukuran tempat sampah memberi kemudahan untuk di angkat 1 orang
b.      Pengumpulan dan pengangkatan sampah
Syarat tempat pengumpulan sampah sementara
1)     Di bangun di atas permukaan setinggi kendaraan pengangkut sampah
2)     Mempunyai 2 pintu, 1 untuk masuk dan lainya untuk keluar
3)     Ada lubang ventilasi bertutup kawat untuk mencegah masuknya lalat
4)     Tempat muda dicapai, baik oleh masyarakat/ mobil pengangkut

2.      Hubungan Sampah dan Kesehatan Lingkungan
Pengaruh pengolahan sampah terhadap masyarakat dan lingkungan
a.      Pengaruh positif
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
b.      Pengaruh negatif
1)     Aspek kesehatan
-         Tempat tinggal penyakit (vektor)
-         Menimbulkan penyakit
2)     Aspek lingkungan
-         estetika lingkungan
-         penurunan kualitas udara
-         pencemaran air
3)     aspek sosial masyarakat
-         pengolahan sampah dapat mencerminkan status keadaan sosial masyarakat
-         meningkatkan day tarik wisatawan


DAFTAR PUSTAKA

Akademi Keperawatan Pandan Harum, Pedoman Keterampilan Praktek Klinik keperawatan I,  2008

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan

Setiyadi R. Dasar kesehatan Lingkungan. Disitasi dari : http//www.ajago.blogspot.htm. Last Update : desember 2007

World Health Organization (WHO). Environment Health. Disitasi dari : http://www. WHO.int. Last Update : januari 2008